
SMAN 3 Pontianak berkolaborasi dengan Universitas Tanjungpura mengembangkan inovasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT), salah satunya alat penyiraman tanaman otomatis. Kegiatan ini mengintegrasikan teknologi, pertanian, dan kepedulian lingkungan sekaligus melatih peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan peduli terhadap ketahanan pangan.
Pontianak – SMAN 3 Pontianak terus
berkomitmen menghadirkan inovasi dalam pembelajaran sekaligus menumbuhkan
karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan, kreatif, adaptif, dan
siap menghadapi tantangan masa depan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui
kegiatan penelitian dan kolaborasi antara Universitas Tanjungpura dengan
Adiwiyata SMAN 3 Pontianak.
Kolaborasi ini melibatkan dosen
dari berbagai fakultas di Universitas Tanjungpura, di antaranya Fakultas
Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Kerja sama lintas disiplin tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mengembangkan
inovasi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memberikan
dampak terhadap perubahan karakter dan pola pikir peserta didik dalam
menghadapi perkembangan zaman.
Penelitian yang dilakukan berfokus pada kerja sama antara SMAN 3 Pontianak dan Universitas Tanjungpura dalam mengembangkan inovasi di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem pertanian sederhana, khususnya melalui penerapan alat penyiraman tanaman otomatis.
Teknologi penyiraman otomatis tersebut dirancang untuk membantu proses perawatan tanaman dengan memanfaatkan perangkat dan sensor yang dapat bekerja berdasarkan kondisi tertentu. Sistem ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar langsung kepada peserta didik mengenai bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pertanian. Inovasi tersebut membuat peserta didik tidak hanya belajar mengenai cara menanam dan merawat tanaman secara konvensional, tetapi juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi dalam mendukung pertanian modern dan ketahanan pangan. Hal ini menjadi penting mengingat perkembangan teknologi di masa depan akan semakin memengaruhi berbagai bidang kehidupan, termasuk sektor pertanian.
Keterlibatan dosen dari Fakultas
Teknik memberikan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi dan pengembangan
sistem berbasis IoT. Sementara itu, Fakultas Pertanian memberikan pendampingan
dan wawasan terkait penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan budidaya
tanaman dan pengembangan ketahanan pangan. Dari sisi sosial dan pendidikan
karakter, keterlibatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik turut memberikan
perspektif mengenai perubahan pola pikir, sikap, serta karakter peserta didik
dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Kolaborasi lintas bidang ini
diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta
didik. Mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga didorong
untuk memahami permasalahan di lingkungan sekitar, berpikir kritis, mencari
solusi, serta menciptakan inovasi yang bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, karakter
peserta didik juga diharapkan dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih
kreatif, inovatif, mandiri, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian
terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. Pembelajaran tidak lagi hanya berlangsung
di dalam kelas, tetapi dapat dikembangkan melalui kegiatan nyata yang
menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan, dan kehidupan
sehari-hari.
Sebagai sekolah yang menjalankan
Program Adiwiyata, SMAN 3 Pontianak memandang bahwa kepedulian terhadap
lingkungan perlu terus dikembangkan melalui berbagai pendekatan inovatif.
Pemanfaatan teknologi IoT dalam kegiatan pertanian menjadi salah satu contoh
bagaimana teknologi dapat digunakan secara positif untuk mendukung pengelolaan
lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efektif dan efisien.
Ke depan, kerja sama antara SMAN 3
Pontianak dan Universitas Tanjungpura diharapkan dapat terus berkembang melalui
berbagai kegiatan penelitian, pendampingan, dan pengembangan inovasi.
Kolaborasi antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi menjadi
langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki
pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, dan
kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Melalui semangat kolaborasi,
inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan, SMAN 3 Pontianak bersama
Universitas Tanjungpura berupaya menanamkan pemahaman kepada peserta didik
bahwa masa depan pertanian dan ketahanan pangan dapat dibangun melalui
perpaduan antara pengetahuan, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Diharapan kedepannya peserta didik menjadi agen perubahan dalam hal pertanian
dan ketahanan pangan yang memaksimalkan pengetahuan teknologi khususnya
berbasis IoT.
Inovasi penyiraman tanaman otomatis
berbasis IoT menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kesadaran
tersebut. Diharapkan, kegiatan ini dapat menginspirasi peserta didik untuk
terus belajar, berinovasi, serta mengambil peran dalam menciptakan solusi
terhadap berbagai tantangan di masa depan, khususnya dalam mewujudkan pertanian
yang lebih modern, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan.