
Para guru dari SMA NEGERI 3 PONTIANAK menjadi perwakilan provinsi Kalimantan Barat untuk mengikuti Uji Coba Bimbingan Teknis STEM (Sains, Teknologi, Enginering, dan Matematika) di Jakarta.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di era abad ke-21, beberapa perwakilan guru dari Kalimantan Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan Uji Coba Bimbingan Teknis STEM yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis STEM — Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika — sebagai strategi pembelajaran inovatif yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Kehadiran perwakilan guru Kalimantan Barat dalam kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam membawa angin segar inovasi ke dunia pendidikan daerah. Dengan mengikuti program bimtek ini, guru tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menerapkan langsung model pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata. Pendekatan STEM sendiri mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi teknologi, serta kemampuan merancang solusi secara sistematis.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan uji coba bimbingan STEM melibatkan para narasumber nasional yang berkompeten di bidang pengembangan kurikulum dan pembelajaran inovatif. Para peserta guru dibimbing melalui berbagai sesi diskusi, praktik langsung, hingga simulasi pembelajaran yang melibatkan penggunaan alat peraga sederhana maupun teknologi digital. Melalui rangkaian aktivitas tersebut, para pendidik didorong untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih relevan dan aplikatif di kelas.
Perwakilan guru Kalimantan Barat mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga. Salah satunya adalah pemahaman baru tentang bagaimana mengintegrasikan unsur teknologi dan rekayasa dalam mata pelajaran yang selama ini terkesan abstrak. Guru juga diajak untuk merancang proyek pembelajaran yang mampu mengembangkan minat peserta didik dalam bidang sains dan teknologi sejak dini.
Keterlibatan perwakilan guru dalam program nasional ini diharapkan menjadi jembatan untuk membawa pengetahuan dan keterampilan baru ke lingkungan sekolah masing-masing. Setelah kembali ke daerah, guru akan menjadi fasilitator dalam berbagi praktik baik, memberikan pelatihan internal kepada rekan sejawat, serta membantu sekolah dalam mengembangkan budaya pembelajaran yang lebih kreatif dan kompetitif.
Melalui partisipasi aktif dalam Bimtek STEM ini, Kalimantan Barat menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan mutu pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi perubahan global. Upaya ini sejalan dengan visi pendidikan nasional dalam membentuk peserta didik yang mandiri, adaptif, serta mampu bersaing di masa depan yang serba digital.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum peningkatan kapasitas guru, melainkan juga menjadi simbol bahwa pendidikan daerah memiliki potensi besar untuk berkembang apabila diberikan kesempatan, dukungan, dan ruang untuk berinovasi. Dengan hadirnya perwakilan guru Kalimantan Barat dalam program tersebut, diharapkan semakin banyak sekolah yang termotivasi untuk menerapkan pembelajaran berbasis STEM demi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Para guru yang menjadi perwakilan berasal dari SMA Negeri 3 Pontianak yang akan membantu para siswanya dalam berpikir kritis melalui teknologi. Paraguru yang dipilih adalah Pak Fauzy Mardian, M.Pd (Matematika), Bu Ezi Diana Fitri, S.Pd (Fisika), Happy Tytu Saputra, S.Pd (Kimia), dan Bu Uray Irma Suryani, S.Pd (Bahasa Inggris). Semoga dengan adanya program ini dapat membantu permasalahan dalam sistem pendidikan di Indonesia.